Minggu, 03 Februari 2019

Efek Mencampur BBM Premium, Pertalite, dan Pertamax untuk Kendaraan Bermotor


Negeri Dongeng - Saat ini harga bahan bakar kendaraan bermotor memiliki harga yang beragam. Harga Pertamax, Pertalite, dan juga Premium memiliki harga yang signifikan dan juga manfaat yang berbeda. Sehingga banyak orang yang memiliki produk unggulan masing-masing untuk kendaraan bermotor pribadinya. 

Saat harga Pertamax, yang merupakan varian bensin Pertamina paling mahal mengalami penurunan harga, sering kali masyarakat ingin menggunakannya. Tidak mengherankan, karena Pertamax sendiri merupakan sebuah produk unggulan dengan kualitas yang lebih baik dibandingkan dengan bahan bakar lainnya.

Keunggulan yang dimiliki Pertamax adalah adanya tambahan zat aditif yang bisa membuat pembakaran mesin kendaraan lebih optimal. Yang pertama adalah Detergency, yang merupakan sebuah zat untuk membersihkan logam dari kotoran. Sehingga, Pertamax dipercaya bisa membersihkan tangki bahan bakar, karburator atau saluran injektor, klep intake, ruang bakar, hingga kepala silinder.

Yang berikutnya adalah Corrotion Inhibitor. Sesuai dengan namanya, zat aditif ini merupakan zat yang bisa menghambat berbagai elemen korosi atau karat. Seringkali, karat sendiri menyerang bagian-bagian saluran bahan bakar yang berasal dari besi.

Terakhir, Demulsifier. Zat ini berfungsi untuk mencegah banyaknya proses pengkristalan air di dalam bahan bakar. Kristal air sering kali ditemukan pada bahan bakar dengan tingkat oktan 88. Hal ini bisa membuat proses pembakaran tidak sempurna.

Efek Pencampuran Bahan Bakar
Tapi tidak bisa dipungkiri, jika harga Pertaman cukup merogoh kocek yang dalam. Sehingga, banyak orang mencoba untuk mencampurkannya dengan bahan bakar jenis lain. Misalnya Premium dengan Pertamax. Padahal ada beberapa efek yang muncul dari mencampurkan bensin yang memiliki nilai oktan berbeda.

Salah satunya adalah hilangnya kelebihan dari bahan bakar yang lebih tinggi. Jadi, ketiga zat yang dikandung oleh Pertamax nantinya tidak akan terasa atau bahkan hilang manfaatnya. Sebaiknya, mesin menggunakan bahan bakar satu saja. Jika pun ingin mengganti dengan jenis bahan bakar yang lain, pastikan dahulu bahwa bensin di dalam tangki sudah habis atau dikuras. 

Dengan menggunakan cara tersebut, nantinya kinerja mesin akan menjadi lebih optimal. Selain itu, performa bahan bakar juga akan lebih terasa bedanya. Jika memang ingin menekan pengeluaran, sebaiknya menggunakan metode 2:1, dalam artian dua kali isi full tank dengan Premium atau Pertalite kemudian di saat berikutnya, diisi dengan 1 kali isi full tank dengan Pertamax. Pertamax sendiri nantinya bisa untuk membersihkan ruang bakar lewat kandungan zat aditif yang disebutkan sebelumnya.

Hanya saja, hal tersebut memang tidak disarankan. Mengingat nantinya mesin tidak bekerja dengan optimal di beberapa waktu. Sehingga bukan tidak mungkin mesin akan berkurang performanya.

Banyak orang yang mencampur bahan bakar kendaraan bermotor dengan alasan untuk menambah tenaga pada mesin. Padahal nyatanya, tidak seperti itu. Mencampurkan BBM oktan rendah dengan BBM oktan tinggi tidak akan menambah tenaga pada mesin. Padahal, para ahli menyebutkan hal ini tidak mempengaruhi hal tersebut.

Berbeda dengan tarikan dari mesin. Mencampur BBM oktan tinggi dan BBm oktan rendah, akan menambah tarikan mesin menjadi lebih enteng. Hal ini disebabkan oleh proses pembakaran yang lebih sempurna. 

Tapi, penting untuk memastikan beberapa hal sebelum mencampur BBM. Yang pertama adalah dengan memantau tingkat kompresi mesin kendaraan. Yang kedua adalah dengan mengatur kembali electronic control unit (ECU) pada kendaraan. Hal ini perlu dilakukan agar tidak terjadi knocking pada mesin. Terakhir, pastikan rasio campuran adalah 1:3, satu liter BBM oktan sebaiknya dicampur dengan tiga liter BBM dengan oktan tinggi.


EmoticonEmoticon